Masuk

Search

Travel Tips

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Lifestyle

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Hotel Review

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Selamat Datang di Website Resmi Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Maulid Nabi Jadi Momentum Menguatkan Spirit ASN

  • Like:
  • 0
  • Share:
image
Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula Kantor BLA Makassar, Rabu (3/9/2026)

Makassar (BLA Makassar) --- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Balai Litbang Agama Makassar menjadi momentum untuk menguatkan kembali semangat ASN dalam menjalankan tugas. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor BLA Makassar, Kamis (3/9/2026), tidak hanya dimaknai sebagai agenda tahunan, tetapi sebagai kesempatan untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Kepala Subbagian Tata Usaha BLA Makassar, Andi Isra Rani, mengatakan peringatan Maulid diharapkan memberi makna yang nyata bagi pelaksanaan tugas sehari-hari. Menurutnya, nilai-nilai yang diambil dari peringatan tersebut perlu menjadi semangat baru bagi ASN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Semoga acara kita dalam hal ini Maulid Nabi Besar Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam, itu tidak hanya menjadi sebuah rutinitas belaka. Tetapi kegiatan ini memberikan dampak, memberikan hikmah dan memberikan ibrah pelajaran kepada kita semua” ujar Andi Isra. 

Hadir sebagai pengisi tausiah, Ustadz Muhammad Nur Maulana atau yang lebih akrab disapa Ustadz Maulana mengajak jamaah memaknai Maulid sebagai momentum untuk mengingat kembali keteladanan Nabi Muhammad SAW. Dengan sapaan khasnya, “jamaah oh jamaah”, Ustadz Maulana menjelaskan bahwa terdapat empat hal penting yang perlu diingat melalui Maulid, yaitu sejarah, ajaran, akhlak, dan cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

“ada 4 yang mau di ingat di maulid, sejarah, ajaran, akhlak, cinta.” ucap Ustadz Maulana.

Ustadz Maulana juga menjelaskan lima keutamaan Maulid, yakni sebagai tanda cinta, tanda syukur, pujian dan kemuliaan, memohon syafaat, serta momentum berbagi melalui sedekah dan silaturahmi. Ia mengingatkan jamaah bahwa Maulid tidak cukup dimaknai melalui ucapan, tetapi perlu diwujudkan dalam sikap dan perbuatan sehari-hari.

“Yang namanya maulid bukan lagi shalawatan berupa ucapan tapi aplikasi karena didalamnya ada cinta, didalamnya ada syukur, didalamnya ada pujian,” jelasnya. 

Melalui peringatan tersebut, BLA Makassar berharap nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat terus dihidupkan dalam keseharian, termasuk dalam pelaksanaan tugas sebagai ASN. Dengan demikian, Maulid tidak berhenti sebagai peringatan, tetapi menjadi sumber semangat untuk membangun pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, peduli, dan berintegritas.

Editor: Nurul Fadillah
Fotografer: Istimewa
Leave a Comment